paradoks hidup [1]: made the right decision

2009 February 25

kejadian bermula dari rabu 3 minggu yang lalu saat minggu pertama saya mulai kuliah di semester genap ini. mata kuliah yang saya ikuti ini adalah mata kuliah jurusan lain yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa di jurusan saya. ini adalah mata kuliah yang terintegrasi dengan praktikumnya yang ketiga dari jurusan lain yang saya harus ambil sejak saya diterima di jurusan saya. harap maklum.. jurusan saya ini memang ingin mencetak mahasiswa yang kompetensinya tidak hanya dalam satu bidang kajian saja. tetapi mahasiswa yang dapat mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan dengan pendekatan sistem.

oke jangan terlalu serius. akan saya ceritakan apa yang terjadi di mata kuliah jurusan lain yang saya ambil di semester genap ini. sebut saja, kuliah jurusan lain ini dengan nama kuliah EE.

rabu minggu 1 : menunggu kedatangan sang dosen selama 45 menit. dengan keadaan kelas yang lumayan penuh, dosen yang ditunggu-tunggu sukses menurunkan animo mahasiswa-mahasiswanya di ruangan itu untuk belajar. lalu datang pegawai tata usaha jurusan lain itu untuk memberitahukan kepada seluruh mahasiswa yang berada di dalam ruangan untuk menunggu kedatangan dosen (yang kebetulan telat), karena beliau sebentar lagi akan datang. 45 menit berlalu… si dosen tidak datang-datang. padahal lamanya kuliah EE tersebut berlangsung adalah 100 menit. berarti saya (dan teman-teman sekelas saya) menunggu si dosen sampai dengan 10 menit terakhir jam kuliah EE berakhir. ekspektasi yang sangat hebat.

rabu minggu 2 : berkaca dari pengalaman seminggu yang lalu, saya dan teman menelatkan diri untuk datang ke kelas. dan ternyata… si dosen juga telat. atau bahkan tidak datang? dan memang begitulah adanya. si dosen yang bersangkutan tidak datang ke kelas. untungnya saya dan teman hanya menunggu sampai 30 menit pertama. setelah dirasa di dosen tidak akan datang, saya dan teman memutuskan untuk pergi dari kelas karena kami sudah kelaparan sejak pagi. makanan terakhir yang masuk ke perut saya dan teman saat itu adalah sejak sarapan, yang notabene jam setengah 7 pagi. saat mengetahui si dosen tidak datang ke kelas, we made the right decision… yeiiyy

rabu minggu 3 : pada hari rabu itu secara kebetulan 2 mata kuliah sebelum kuliah EE dibatalkan. jika rabu itu saya datang ke kampus, berarti saya datang hanya untuk si kuliah EE. tidak tahu bagaaimana caranya, feeling saya pagi itu mengatakan untuk tidak perlu (dan tidak ingin) datang ke kampus *paling juga si dosen EE tidak akan datang ke kelas lagi*. maka hari itu saya meliburkan diri selibur-liburnya. saya menonton dvd-dvd pinjeman dari teman saya yang sudah menanti untuk ditonton. dan ternyata… again. i made the right decision. saya tidak bolos kuliah apapun. tidak ketinggalan kuliah apapun. karena LAGI-LAGI si dosen kuliah EE tidak datang ke kelas.

apakah kejadian diatas berlanjut sampai dengan rabu minggu 4? untungnya tidak. terberkatilah teman saya yang menanyakan perihal si dosen kuliah EE ke tata usaha jurusan lain itu. ternyata dong dong dong…selama 3 minggu ini si dosen selalu datang mengajar kuliah EE ke kelas.. kelas yang salah. bahkan di gedung yang berbeda.

krik
krik
krik

duh yaa… kesalahan itu terjadi selama 3 minggu dan si dosen tidak menyadari atau mencurigai ada sesuatu yang salah? hmm.. there must be something wrong with him

tuhan.. tolonglah saya dan teman-teman menghadapi dosen kuliah EE ini. saya ingin belajar dan mendapat ilmu dengan benar semester ini… amiin

info: kesalahan terletak pada tata usaha jurusan yang menyelenggarakan kuliah EE itu karena salah mencetak ruangan tempat kuliah berlangsung pada kertas informasi kuliah yang dimiliki dosen kuliah EE

2 Responses leave one →
  1. 2009 March 5

    hahahahha..

    bener2 kuliah yang aneh, nad.. :D
    tapi bahan kuliah dapat diperoleh dengan mudah, tinggal save page as dari wikipedia! :) )

    *blogmu ak link juga, nad.. :)

    • 2009 May 20

      belom ada kabar kapan uts kan ya nit? udah ga masuk 2 pertemuan terakhir nii… huhee

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS