kunjungan industri ke pabrik motor

2008 January 8

selasa 04.12.2007 serombongan mahasiswa universitas negeri, dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi 2 buah bus, dari bandung pergi [bukan melancong.. karena yang dikunjungi adalah kompleks bangunan industri seluas berhektar-hektar (baca: pabrik)] ke cikarang untuk menuntut ilmu. hmm bukan.. untuk melihat proses produksi langsung suatu produk. dalam kesempatan kali ini yang dilihat adalah proses pembuatan motor. karena tidak mungkin mengaplikasikan proses pembuatan motor. jadi yang dilakukan hanyalah melihat proses pembuatannya dan mendengar penjelasan dari pihak pabrik.

kunjungan yang berlangsung singkat -sekitar 4 jam- itu ternyata menurut pihak pabrik memakan biaya 3 triliun rupiah. maksudnya biaya pihak pabrik menemani kami mengunjungi pabrik mereka setara dengan angka itu [walaupun kunjungan kami kesana tidak bayar apapun ke pihak pabrik. setau saya..] wahaa.. mahal sekali. karena biaya produksi pabrik tersebut tinggi dengan jumlah produksi yang tinggi pula makanya bisa tercipta angka yang fantastis itu. pantas saja jalanan semakin macet. laju pertambahan motor sama sekali tidak terkendali. pabrik yang kami kunjungi itu saja dengan bangganya mengaku bisa memproduksi 100.000 buah motor per hari. belum lagi ditambah pabrik penghasil motor lain. bayangkan saja jalanan yang tumpah ruah dengan kendaraan bermotornya.

==ooo==

kunjungan industri ke tersebut membuka mata saya. “kenapa saya masuk teknik industri yaa? apa yang sebenarnya saya cari di teknik industri?well ok.. sampai sekarang saya tidak merasa salah jurusan. karena proses manufaktur itu terlihat keren di mata saya [ada sedikit ketertarikan laa..] tapi untuk terlibat di dalamnya? merancang pabrik? bekerja di pabrik?

hohho. saya cukup tidak tertarik mata kuliah dari laboratorium sistem produksi. amat sangat manufaktur sekali [tapi bukan karena alasan itu saya kena kasus waktu semester 2 yaa..] saya masih belum punya gambaran, bayangan, penglihatan kalau saya harus benar-benar masuk dalam dunia manufaktur. waduu.. padahal teknik industri di institut tercinta ini 70% kurikulumnya berbasis manufaktur. 30%nya yang berbasis manajemen. hohho.. mau jadi apa saya?

sebenarnya mau jadi apa kita tidak harus selalu bergantung pada latar belakang pendidikan kita. tapi.. kalau bukan mengikuti latar belakang pendidikan. buat apa saya susah-susah capek setengah mati jatuh bangun mengharu biru nangis darah menghabiskan waktu kuliah 4 tahun [amin... semoga lulus tepat waktu..] belajar untuk sesuatu yang nantinya tidak akan saya pakai di masa depan.

bingung..

==ooo==

padahal saya ingin masuk teknik industri univeritas ini. saya bisa masuk teknik industri universitas ini. bukan karena disuruh siapa-siapa. tidak dipengaruhi siapapun. melainkan atas dasar keinginan diri sendiri. secara sadar. karena itu saya akan bertanggung jawab dengan struggle keep survive disini semampu saya sekuat tenaga sesuai cara saya [dan cara orang lain ^kalau ada yang kasih tau saya^ dan bisa saya contoh ^yang sudah terbukti keampuhannya^ hehhe..]

sesungguhnya awalnya saya disuruh masuk teknik kimia. tapi saya menolak tidak mau. tetap kekeuh dengan teknik industri [yang menurut bayangan saya akan cocok dengan saya..]. hahha lihatlah.. mungkin ini akibatnya tidak menuruti apa kata orangtua [seorang ibu lebih tepatnya].

HUHHUW.

6 Responses leave one →
  1. 2008 January 14
    Ilma permalink

    Hwehehehe..
    Awalnya saya masuk TI juga gara2 ortu ko Nad. =)
    Tapi skrg uda ngerasa ‘nyaman’ (memaksakan diri untuk nyaman?). Abis gimana? Udah dijalanin. Stiap ada pikiran mo nyerah, dsb, saya cuma inget satu:
    Setelah institusi yg mengumumkan menerima saya sejak tgl 5 agustus 2006 tersebut, yang notabene uda bikin saya senewen selama setidaknya satu setengah taun, saya tinggalin gitu aja. GA SUDI. Ko kesannya seteng2 ama diri sendiri. Apalagi sekarang uda punya tujuan ilmu yg aku dapet ini mo dipake kemana.
    Btw, Nad, ampe hari ini, kamu satu diantara 3 orang yg tau lo. Hehe. (Aku cuma sharing ttg visi aku di forum waktu itu. Blm k yg laen. ) Cuma jadi pesimis ni. Realita menuntut aku buat money oriented dulu. Hix. Biarlah mimpi itu dipending dulu. Lagian tokoh pentingnya juga belum ada. =) (Atw,blm dicari..?) Hwahaha..

    I just can wait to see my dreams come true..

  2. 2008 February 22
    mutiahewitt permalink

    hahaaa.
    aku ga mau kayak gituu.
    huaa, jangan sampe.
    hehhehe

    • 2009 May 21

      iy iy..skrg trserah kmu dh mw ny masuk kmn..aku sii udh kasi tw pendapat aku gmn.jgn lupa solat istikhoroh yaa dk.luv u

  3. 2008 March 2
    Gita permalink

    Ass,

    quite thoughtful,naaad

    gila jg yaa 3T.. trs pake disebut2 lg sm org pabriknya. hahaha

    kt advisorku “future is unpredictable”, jd gk perlu nyesel kok. yg penting “enjoy the ride” (aah, sotooy bgt sih gw!he3)

    BANZAI, guuurlll!!!

    • 2009 May 21

      wass…
      thx gitaa :) makasii yaa dh iseng baca blog aku HWEHHWE..
      iy bner.just enjoy the life that we could only have once :)

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS