Welcome to this blog
Click widgets on the sidebar for whatever you wanna find in this blog… especially my “wanna tell about” which are my recent posts. and the “must read” which are the top posts in this blog.
You could also find my friends blog’s links which are also on the sidebar of this page.. also the other cool sites that you should read about
So happy reading
p.s.: DONT FORGET to always leave comment in every post you read guys
================================================================
These are people who have read this blog up until now:
Do you think you are one them? Don’t feel any hesitate to tell me
This evening I browsed The Fray’s song lyrics in their latest self titled album, The Fray. The album itself released months ago in earlier 2009, while their first single in this album, You Found Me, released in 2008. And this Happiness song soon became my newest favourite song. Despite the fact that the rhytm of the song is so not me, but the lyric is well enough to describe me. No… it’s not a happy full energetic song. It’s a sorrowful song that made me grinned everytime I sing this song. A very hurtful grin haha
Anyway, this song is the original soundtrack of Private Practice Season 2 Episode 18. Remember the Hollywood TV Series that I told you in here? It’s now available on 2nd season. Just find it on your nearest DVD Store *grin*
THE FRAY
“Happiness”
Happiness is just outside my window | Thought it crash blowing 80-miles an hour? | Or is happiness a little more like knocking | On your door, and you just let it in?
Happiness feels a lot like sorrow | Let it be, you can’t make it come or go | But you are gone- not for good but for now | Gone for now feels a lot like gone for good
Happiness is a firecracker sitting on my headboard | Happiness was never mine to hold | Careful child, light the fuse and go away | ‘Cause happiness throws a shower of sparks
Happiness damn near destroys you | Breaks your faith to pieces on the floor | So you tell yourself, that’s enough for now | Happiness has a violent roar
Happiness is like the old man told me | Look for it, but you’ll never find it all | Let it go, live your life and leave it | Then one day, wake up and she’ll be home | Home, home, home
Happiness was really never mine to hold.. I’m still in the action of finding it
senyuman itu indah dan magical. percaya deh.. kalau tidak percaya coba saja kamu tersenyum pada orang di sekitar kamu dan lihat efeknya. paling tidak mereka akan membalas senyuman kamu dengan senyuman juga. yaa… kecuali kalau kamu senyum-senyum sendiri tidak bisa berhenti. berarti balasan yang akan kamu dapat adalah kernyitan di dahi orang-orang seolah berkata “ini anak kesambet apa sih..?“
perlukah alasan untuk tersenyum? sama halnya dengan berbuat kebaikan, kita tidak perlu alasan untuk itu. komik kesukaan yang sudah mengajarkan banyak hal kepada saya (baca: Detective Conan) pernah memuat scene seperti ini (Nomor 35 File 3):
Ran Mouri tanpa sengaja berhadapan dengan seorang penjahat yang sedang dikejar-kejar polisi. Mengetahui orang yang didepannya adalah seorang pembunuh Ran menjadi ketakutan. Apalagi si penjahat menodongkan pistol ke hadapannya. Namun tiba-tiba si penjahat terjatuh saat tangga di gedung bobrok itu ambruk. Untung saja Ran sempat menangkap tangan si penjahat, dan sekarang di penjahat bergelantuangan pada tangan Ran agar tidak jatuh ke lantai dasar. Shinichi yang melihat kejadian tersebut ikut menolong Ran menarik penjahat tersebut ke atas agar tidak jatuh.
Sesampainya di atas, si penjahat kebingungan, setengah marah, dan bertanya: “Kenapa kalian menolongku? KENAPA?”
Shinichi: (tersenyum) “Huh.. Perlukah alasan? Aku tak tahu apa alasan manusia untuk saling bunuh. Tapi untuk saling menolong, tak ada alasan logis bukan?“
ya. tidak perlu ada alasan logis untuk saling menolog. terutama jika dengan tersenyum saja sudah ikut menolong hari orang lain (baca: yang kita senyumi) menjadi lebih baik. membuat hari orang lain menjadi lebih baik, indah, dan cerah maksudnya.
ini bukan hal yang mudah memang. karena saya termasuk orang yang susah tersenyum, teruatama pada orang yang tidak saya kenal ataupun dengan orang yang tidak terlalu kenal dekat dengan saya. percayalah.. susah sekali untuk melakukannya. karena menurut saya “ngapain juga senyum-senyum ga jelas“. nah sekalinya tersenyum, teman saya malah menganggap “senyum lo menggelikan deh nad“. susah deh
mungkin saya harus mencoba lebih kuat untuk lebih banyak tersenyum. terutama untuk orang-orang yang tidak saya kenal begitu dekat. jujur saja.. saya sudah lupa efek disenyumi itu sebegitu dahsyatnya. sampai tadi sore saya merasakannya lagi hehe. ayo tersenyum untuk orang-orang di sekitar kita
keep on smiling (at me). because your smile shine the (okay.. my) universe
saat ini seharusnya saya tidur dengan nyenyak setelah seharian berkutat dengan laptop mengerjakan tugas 10 tahap itu. atau saat ini seharusnya mengerjakan tugas yang lain yang sudah menanti di depan mata tapi saya tidak tahu bagaimana mengerjakannya karena saat tugas diberikan saya tidak masuk kelas karena ….. (mohon diisi sendiri hehe)
tapi saya tidak bisa. selalu ada pikiran-pikiran yang masuk ke dalam otak saya dan kali ini adalah:
karena saya seorang perempuan… karena saya memiliki ayah tidak perokok… karena ayah saya berhenti merokok saat ibu mengandung saya…
saya bingung. saya tidak tahu bagaimana rasanya..
saya tidak habis pikir bagaimana bisa seorang ayah yang tega menyuruh anak umur 5 tahunnya membeli sebungkus rokok di supermarket dekat rumah.. apa yang ada dipikiran beliau ya?
ini bukan mengenai perintah/permintaan tolong seorang ayah kepada anaknya.. ini bukan mengenai pembelajaran seorang ayah kepada anaknya untuk berbelanja di supermarket..
tapi ini mengenai seorang anak yang sudah membeli rokok sebungkus sejak umur 5 tahun
tidak heran jika begitu banyak manusia Indonesia yang sudah menjadi perokok sejak usia muda
seorang teman, iraluvtappei, periodically likely to asks me, “nad kalau lw punya kesempatan buat jadi pemain tenis, ikut tanding2 gitu, mau ga?“. biasanya pertanyaan ini akan muncul kalau kami sedang membahas jurusan dan masa depan. pertama kali ditanya pertanyaan seperti ini saya menjawab, “umm.. waktu masih di riau sih gw emang pernah ikut tanding2 tenis kok ra“. dan saat itu iraluvtappei membalas, “kalau misalnya lw jadi pemain tenis bukannya kuliah di ti mau ga nad?“. pertanyaan yang agak aneh menurut saya untuk ditanyakan saat itu, karena walaupun saya pernah mempunyai keraguan akan jurusan yang saya pilih, tapi bukan berarti pilihannya adalah menjadi pemain tenis, amatiran atau profesional. saat itu saya hanya menjawab, “mestinya ga. kalau jadi pemain tenis gw ga bakal bisa punya kesempatan untuk menjadi orang yang gw inginkan. dengan di ti gw bisa raih impian gw, sekalian tetap main tenis juga, walaupun sebatas hobi“.
saya bisa mengerti arah pertanyaan iraluvtappei sebenarnya. karena saat itu teman saya ini sangat merasa salah jurusan dan menyesali keputusannya untuk tidak masuk jurusan yang berhubungan dengan seni dan desain. bahwa dia sangat ingin nantinya bekerja di bidang2 seperti itu. mungkin saat itu iraluvtappei mencari dukungan pada saya yang mempunyai kecintaan pada tenis. tapi teman yang baik bukan teman yang selalu setuju pada pendapat temannya bukan? teman yang baik adalah teman yang berkata jujur sesuai dengan hati dan pikirannya.
saya mempunyai seorang sepupu sarahzahra, yang memilih menjadi atlit daripada harus serius di bangku sekolah. sarahzahra saat ini bersekolah di sma ragunan jakarta dan berharap suatu saat bisa membela indonesia di dunia perbulutangkisan. bukannya sepupu saya ini tidak memiliki kecerdasan akademis. justru dia yang paling pintar di keluarganya, paling berjiwa seni juga. kemampuan olahraganya diturunkan dari bundanya, tante saya ellenamir, sementara sang ayah menurunkan kepintaran. cerita sedihnya adalah kedua orangtuanya bercerai dan sarahzahra memilih ikut bundanya. serius di sekolah berarti mengingatkan sarahzahra pada ayahnya yang seringkali menemaninya membuat tugas sekolah (saat itu). dan ini seringkali membuat sarahzahra sedih karena ayahnyalah yang meninggalkan bundanya (demi wanita lain), dan sepupu saya ini tidak menginginkan itu. she wanted to move on. cukup kehilangan ayah saja tanpa harus kehilangan masa depannya juga.. sebuah keputusan berat yang harus diambil anak seusia sd (sarahzahra saat itu), dan hal ini yang membuat saya kagum kepadanya.
saya kagum pada kepribadian sarahzahra. tapi kalau saya harus menempuh jalan yang sarahzahra ambil? saya rasa tidak. tidak menyukai dan tidak pernah berpikiran untuk menjalani kehidupan menjadi atlit. keliling indonesia menjalani pertandingan2, circuit ataupun non-circuit. menjadikan olahraga sebagai tumpuan hidup, bukan hanya sekedar hobi. selalu berlatih (kalau sedang tidak bertanding) siang dan malam, weekdays atau weekend, sekolah hanya formalitas. tidak, itu bukan saya. cukup tahu saja *wish you all the best sar
harus bisa menang all england dan olimpiade dunia yaa*.
the 5thAmir, tante saya sucirahayu, suatu kali pernah berkata pada saya, “jangan lupa na.. kamu punya tanggungjawab (sosial) sama papamama“. kenapa saya bilang sosial? karena orangtua saya tidak pernah meminta apa2 dari saya, selain kesuksesan saya. dan menurut mata mereka, sukses berarti berhasil di masyarakat sesuai dengan jalan yang sudah saya tempuh, yaitu akademis (baca: berkarir dengan background bangku sekolah). bukan menjadi atlit atau sesuatu yang bertolakbelakang dengan rencana awal yang telah ditetapkan orangtua saya dengan persetujuan saya. eh.. ga kebalik ya? tidak. rencana orangtua yang saya harus setujui karena bagaimana menyukseskannya jika saya tidak menyukai jalan hidup yang akan saya tempuh?
jadi kalau iraluvtappei suatu saat menanyai saya lagi dengan pertanyaan seperti pada awal postingan ini *i guess she asks me periodically to keeps me on track, whether i change my mind or not. and i thanked her for that
*, maka saya akan menjawab, “enggak ra. menjadi pemain tenis bukan cita2 gw. tenis hanya sekedar hobi, gw bahkan paling males ama tanding2 gitu. gw harus yakin sama jalan yang gw tempuh, selain karena gw punya tanggungjawab ama orangtua gw, gw juga harus ngebuktiin ke diri sendiri kalau gw yakin sama jalan yang gw pilih dan gw bisa mencapai impian gw“.
p.s.: semangat ya ira sayang.. kita tinggal selangkah lagi nih
amin


